Cara memperkuat hubungan melalui Matriks Takdir: 7 titik penting dalam matriks kompatibilitas yang perlu diperhatikan
Matriks kompatibilitas adalah alat unik yang memungkinkan Anda menganalisis hubungan dengan seseorang dan memperkuatnya, apa pun bentuk relasinya (persahabatan, cinta, atau kerja).
Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan tentang titik-titik dalam Matriks Takdir yang perlu Anda perhatikan dan olah agar hubungan membaik dan Anda bisa mulai saling memahami dengan lebih baik.
Di bagian akhir, kami juga akan memberikan contoh pembacaan matriks kompatibilitas dua saudara laki-laki yang sekaligus merupakan pendiri perusahaan Puma dan Adidas, serta membuat prediksi mengenai kemungkinan masalah dalam kemitraan mereka yang menyebabkan kedua merek tersebut harus berpisah.
Titik-titik dalam matriks yang perlu diperhatikan untuk memperkuat hubungan
Melalui perhitungan matriks kompatibilitas, Anda bisa mengetahui cara membuat kemitraan dengan seseorang menjadi lebih baik. Berikut adalah titik-titik utama yang perlu diperhatikan untuk memperkuat hubungan:
- Zona Nyaman (menggambarkan interaksi Anda dan bagaimana Anda melihat hubungan ini bersama-sama).
- Karakter pasangan (bagaimana Anda terlihat di mata orang lain).
- Esensi tertinggi (mengapa Anda dipertemukan, sekaligus menunjukkan aspek-aspek di mana hubungan Anda kuat).
- Zona Karma Uang dan Kesehatan (menunjukkan kesulitan utama dalam hubungan dan hal-hal utama yang perlu diperbaiki).
- Ekor karma (tugas-tugas utama dalam hubungan).
- Arkan dalam saluran hubungan (menunjukkan jalan menuju saling pengertian).
- Arkan dalam saluran uang (apa yang perlu dilakukan untuk menghasilkan banyak uang).
Contoh pembacaan matriks dua mitra bisnis
Dengan bantuan matriks kompatibilitas, Anda dapat memperkuat bukan hanya hubungan antara dua orang yang saling mencintai, tetapi juga dengan rekan kerja, teman, dan kerabat. Itulah sebabnya, untuk memperkuat pemahaman, kami mengajak Anda menganalisis matriks dua mitra bisnis — dua bersaudara pendiri perusahaan Puma dan Adidas:
Mari kita analisis sesuai algoritme kami:
- Zona nyaman (16): hubungan ini bukan termasuk yang mudah; para mitra bisa mengalami perbedaan pendapat dan konflik yang terus-menerus, yang perlu diselesaikan, dan tugas utama mereka adalah menjalani pelajaran karma.
- Karakter pasangan (12-22-10): di mata orang lain, para mitra pertama-tama tampak seperti saudara yang berusaha saling membantu (12), saling mendukung dalam memulai sesuatu atau menciptakan sesuatu yang baru (22), dan mereka juga sering beruntung serta bisa meraih kesuksesan dan menjadi terkenal (10).
- Esensi tertinggi (3-17-14): para mitra saling dibutuhkan agar bisa menjadi terkenal (17) dan mencapai kesejahteraan finansial (3). Kekuatan pasangan ini terletak pada kemampuan mereka untuk menyeimbangkan kondisi batin satu sama lain (14).
- Zona karma Uang dan Kesehatan (18-7-7): kesulitan utama dalam kemitraan ini bisa berupa hal-hal yang tidak diungkapkan secara terbuka dan penipuan (18), serta keinginan untuk menghalalkan segala cara demi mencapai apa yang diinginkan (7).
- Ekor karma (8-14-6): tugas utamanya adalah menjalankan kegiatan mereka secara resmi/legal (8), mencapai saling pengertian sepenuhnya (14), dan memiliki pandangan yang sama dalam menjalankan bisnis (6).
- Saluran hubungan (6-19-13): jalan menuju saling pengertian bagi para pengusaha ini terletak pada kemampuan menyelesaikan situasi tanpa konflik (6), komunikasi yang ringan dan tulus (19), serta kesiapan untuk berubah (13).
- Saluran Uang (13-20-7): untuk mencapai kesuksesan finansial, mereka perlu menyusun rencana yang jelas tentang bagaimana mencapai tujuan bersama agar tidak berhenti di tengah jalan (13), mempertimbangkan kepentingan orang di sekitar dan satu sama lain (20), serta menunjukkan keteguhan dalam mencapai tujuan mereka.
Kesimpulan
Dari analisis matriks, kita dapat memahami bahwa masalah utama dalam kemitraan para pendiri merek Puma dan Adidas adalah bahwa kedua saudara itu memang memiliki tujuan, tetapi tidak memiliki saling pengertian dan tidak ingin mendengarkan pendapat satu sama lain. Masalah lainnya adalah bahwa pada awalnya kegiatan mereka belum resmi secara hukum. Kemungkinan besar mereka memisahkan bisnis mereka karena memiliki pandangan yang berbeda tentang cara menjalankan usaha dan menciptakan produk.
Cobalah menghitung matriks kompatibilitas dengan kalkulator gratis kami bersama rekan kerja atau mitra bisnis Anda untuk memahami bagaimana meraih kesuksesan bersama.