Balans uang dan cinta dalam metode Matriks Takdir: cara menyelaraskan uang dan hubungan (bagian 2)
-
1.
Lanjutan interpretasi
- 1.1. Arkan 8: Keadilan
- 1.2. Arkan 9: Pertapa
- 1.3. Arkan 10: Roda Keberuntungan
- 1.4. Arkan 11: Kekuatan
- 1.5. Arkan 12: Orang Tergantung
- 1.6. Arkan 13: Kematian
- 1.7. Arkan 14: Temperance
- 1.8. Arkan 15: Iblis
- 1.9. Arkan 16: Menara
- 1.10. Arkan 17: Bintang
- 1.11. Arkan 18: Bulan
- 1.12. Arkan 19: Matahari
- 1.13. Arkan 20: Pengadilan
- 1.14. Arkan 21: Dunia
- 1.15. Arkan 22: Si Bodoh
Di artikel sebelumnya, kita membahas titik keseimbangan uang dan cinta dalam metode Matriks Takdir:
Kami juga memberikan interpretasi untuk Arkan 3 hingga 7: bagaimana uang datang, ke mana uang “pergi”, dan bagaimana memperbaiki hubungan dengan pasangan agar kedua aspek ini selaras. Di bagian ini, kami akan memberikan interpretasi untuk Arkan lainnya.
Lanjutan interpretasi
Arkan 8: Keadilan
Uang pergi: ketika keputusan pengeluaran diambil tanpa pertimbangan dan tidak berguna; ketika seseorang tidak menghitung uang, hanya membelanjakannya. Mengambil pinjaman untuk energi ini tidak disarankan, karena—seperti karma yang belum diselesaikan—hal itu dapat menutup aliran finansial.
Uang datang: ketika seseorang terdorong untuk beramal dan rutin memberi donasi dengan tulus. Aliran finansial hanya terbuka jika seseorang mengolah karmanya: berhenti berbohong, berhenti licik, dan menjalankan semua urusannya dengan jujur.
Agar hubungan membaik, penting: pasanganmu adalah gurumu. Disarankan untuk menjalani pernikahan, menyelesaikan konflik dengan pasangan segera, dan membuat rencana hingga detail terkecil. Jangan berpikir untuk menyembunyikan penghasilan dari pasangan, dan jaga keseimbangan yang jelas antara “rumah — kerja”.
Arkan 9: Pertapa
Uang pergi: ketika seseorang hidup sangat asketis, menjauh dari dunia luar, dan sepenuhnya tenggelam ke dalam dirinya. Kesulitan finansial juga bisa menghampiri Pertapa jika ia menganggap uang dan dunia materi tidak terlalu penting, serta tidak membagikan pengetahuannya kepada mereka yang kurang berpengalaman.
Uang datang: ketika ada keseimbangan antara dunia materi dan aspek spiritual. Ketika seseorang melawan pola pikir negatif tentang uang dan berbagi pengetahuannya.
Agar hubungan membaik, penting: jangan melupakan diri sendiri dan kebutuhan akan ruang pribadi. Tidak perlu “terjun ke hubungan seperti masuk ke pusaran”. Sumber konflik: kurangnya kebijaksanaan, kesabaran, dan keinginan untuk berkembang.
Arkan 10: Roda Keberuntungan
Uang pergi: ketika seseorang memikul semua pekerjaan sendiri, tidak mau bekerja dalam tim, dan berada di posisi pekerjaan yang tidak disukai.
Uang datang: ketika seseorang percaya pada Semesta, mendelegasikan dengan tepat, bekerja dengan energi positif, dan dalam tim.
Agar hubungan membaik, perlu: membangun hubungan dengan ringan, menikmati prosesnya, penuh emosi positif, dan menghindari ketegangan.
Arkan 11: Kekuatan
Uang pergi: ketika seseorang terus-menerus tegang, ekstrem dari satu sisi ke sisi lain (entah tidak mau membelanjakan uang sama sekali, atau menghamburkan semua yang didapat), berada dalam posisi workaholic, atau sebaliknya terlalu malas.
Uang datang: ketika seseorang bekerja dengan tenang dan rileks, menerima finansial dengan cinta, dan membelanjakannya juga dengan cinta.
Agar hubungan membaik, penting: mendistribusikan tenaga dengan bijak di dalam hubungan demi menghindari histeria, kehabisan tenaga, dan ledakan amarah. Konflik dan pertanyaan apa pun dalam hubungan sebaiknya diselesaikan dalam keadaan benar-benar tenang. Masalah juga dapat muncul jika seseorang tidak percaya pada dirinya sendiri, keunikan, dan kecantikannya.
Arkan 12: Orang Tergantung
Uang pergi: ketika seseorang menyia-nyiakan potensinya dan tidak mengambil bayaran yang wajar atas kerja kerasnya; ketika ia menempatkan diri dalam posisi korban.
Uang datang: ketika seseorang mencintai pekerjaannya, dan pekerjaan itu bermanfaat bagi orang lain. Ketika seseorang mampu menerima kritik dengan wajar, menghargai, mencintai, dan memanjakan dirinya.
Agar hubungan membaik, perlu: berhenti mengambil posisi korban dalam hubungan. Penting untuk tetap hidup dengan tujuan dan rencanamu meskipun ada pasangan. Orang Tergantung bisa memberikan cinta yang sejati hanya ketika ia terwujud di masyarakat. Dan agar tidak “meminta-minta” cinta dari pasangan, perlu terlebih dahulu mencintai diri sendiri.
Arkan 13: Kematian
Uang pergi: ketika seseorang berbelanja tanpa sadar dan terutama menghabiskan uang untuk “keinginan sesaat”. Aliran finansial bisa tertutup jika seseorang hidup di masa lalu dan tidak siap menatap masa depan yang cerah.
Uang datang: ketika seseorang terbuka pada peluang baru dari dunia luar dan mengelola uang dengan bijak (konsultasi dengan ahli keuangan akan sangat bermanfaat). Mengganti bidang aktivitas dari waktu ke waktu juga akan sangat membantu.
Agar hubungan membaik: berhentilah berpikir bahwa hubungan pasti akan berakhir. Jangan berpegangan pada hubungan yang sudah selesai masanya.
Arkan 14: Temperance
Uang pergi: ketika keseimbangan antara materi dan spiritual tidak terjaga. Semua pengeluaran harus moderat dan rasional. Aliran finansial akan tertutup jika seseorang tidak memasukkan kreativitas ke dalam keseharian, atau menjalani pekerjaan yang tidak ia cintai.
Uang datang: ketika seseorang bekerja di bidang yang memberi kepuasan; melalui kreativitas tempat Temperance meluapkan seluruh emosinya. Untuk membuka aliran finansial, perlu mengolah luka/ganjalan di dalam diri dan menerima kritik dengan tenang.
Agar hubungan membaik:mengelola uang pasangan dengan penuh kehati-hatian; membeli makanan yang bermanfaat, berinvestasi pada kreativitas, perjalanan, dan wisata.
Arkan 15: Iblis
Uang pergi: ketika Iblis menghabiskan semua uang untuk hidup mewah, kesenangan, dan berbagai ketergantungan.
Uang datang: melalui pengendalian diri dan menerima sisi gelap diri (agresi dan rasa kasihan).
Agar hubungan membaik: jangan menunjuk kekurangan pasangan, tetapi mulai dengan memahami diri sendiri. Perlu belajar mengendalikan kelemahan diri.
Arkan 16: Menara
Uang pergi: ketika Menara terlalu menekankan dunia materi dan membelanjakan uang untuk hal-hal yang membawa energi destruktif.
Uang datang: melalui menjaga keseimbangan antara spiritual dan materi; ketika seseorang merencanakan masa depan dengan jelas dan tahu apa yang akan terjadi dengannya ke depan.
Agar hubungan membaik: mengolah keterikatan pada materi dan menuju cinta tanpa syarat. Pasangan perlu belajar melewati momen krisis bersama dalam hubungan, serta berubah demi satu sama lain.
Arkan 17: Bintang
Uang pergi: ketika seseorang hidup dalam kebanggaan dan menghabiskan uang terakhir untuk hiburan “hidup bak bintang”.
Uang datang: ketika seseorang menenangkan egonya dan mengolah kesombongan. Peluang yang menjanjikan sering tersembunyi dalam perkenalan baru.
Agar hubungan membaik: jangan saling menekan dalam hubungan, dan tekankan kelebihan pasanganmu.
Arkan 18: Bulan
Uang pergi: ketika seseorang memiliki ketakutan terkait kondisi finansialnya.
Uang datang: ketika seseorang menyadari dan mengolah pola pikir negatif yang berkaitan dengan finansial.
Agar hubungan membaik: mengolah pola pikir negatif dan mengambil pelajaran dari hubungan-hubungan di masa lalu.
Arkan 19: Matahari
Uang pergi: ketika ada sifat pelit, seseorang tidak умеет bersyukur, dan terobsesi pada satu hal saja.
Uang datang: ketika seseorang menyebarkan energinya ke beberapa hal sekaligus. Akan bermanfaat untuk beramal dan memiliki mentor dalam hidup.
Agar hubungan membaik: jangan mengontrol finansial pasangan, dan jadilah dermawan dalam memberi hadiah.
Arkan 20: Pengadilan
Uang pergi: ketika seseorang tidak menghormati dan mengkritik orang tuanya, garis keturunan, dan Tanah Air.
Uang datang: melalui hubungan keluarga/garis keturunan yang kuat dan pelestarian sejarah keluarga.
Agar hubungan membaik: jangan mencoba memaksakan sesuatu dan mengubah pasangan. Mulailah mengubah sesuatu dari diri sendiri.
Arkan 21: Dunia
Uang pergi: ketika kamu menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu dan mengelola finansial dengan tidak bijak.
Uang datang: ketika di kepala tidak ada batasan, dan seseorang mengambil keputusan dengan matang saat hendak meminjam uang.
Agar hubungan membaik: menjaga kemitraan dan melakukan segalanya bersama pasangan. Banyaklah bepergian.
Arkan 22: Si Bodoh
Uang pergi: ketika seseorang pertama-tama menghabiskan semua uang untuk hal-hal kecil, lalu masuk ke mode penghematan total. Keterikatan apa pun pada materi memperburuk kondisi finansial.
Uang datang: segala sesuatu di sekeliling adalah peluang untuk bertumbuh dan berkembang. Perlu bersikap ringan dan tidak terlalu terikat pada tempat kerja.
Agar hubungan membaik: menjaga rasa bebas, menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran, dan jangan lupa mengalokasikan uang untuk hiburan.
Manajemen finansial yang tepat bukan hanya membantu melipatgandakan uang, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan pasangan.